Cara Kerja Telinga atau Indera Pendengaran

Cara kerja telinga merupakan salah satu yang paling rumit dari indera manusia lainnya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa manusia memiliki setidaknya 5 indera, yaitu pendengaran, penglihatan, peraba, pengecap, dan penciuman.

Dan pada artikel Emulator.ID kali ini saya akan membahas mengenai cara kerja telinga.

Lebih khusus lagi telinga manusia.

Baca juga:

Memahami Bagian-bagian Telinga

Secara garis besar telinga memiliki 3 bagian penting, yaitu:

  • Bagian luar yang terdiri dari daun telinga dan liang telinga
  • Bagian tengah yang terdapat tulang martil (malleus, tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes)
  • Bagian dalam yang terdiri dari koklea, vestibulum, dan tiga saluran berbentuk setengah lingkaran atau semisirkular

Setelah mengetahui anatomi telinga seperti yang saya jelaskan diatas, Sobat Emulator.ID bisa mengetahui bagaimana cara kerja pendengaran manusia dibawah ini,

Cara Kerja Telinga

Cara Kerja Telinga atau Indera Pendengaran by Emulator.ID 1
sumber: pexels.com

Pertama, bunyi akan masuk ke lubang telinga dan akan membuat gendang telinga bergetar.

Gendang telinga bergetar oleh bunyi. Semakin besar buninya, getarannya juga akan semakin besar.

Getaran tersebut kemudian bergerak dari osikula ke rumah siput.

Getaran bunyi ini juga menyebabkan cairan yang ada didalam rumah siput ikut bergetar.

Berikutnya getaran cairan tersebut akan menyebabkan sel rambut melengkung.

Sel rambut akan menciptakan sinyal saraf, lalu ditangkap oleh saraf auditori.

Kemudian sel rambut pada salah satu ujung rumah siput akan mengirimkan informasi bunyi nada rendah dan sel rambut pada ujung lain emngirim informasi bunyi nada tinggi.

Saraf auditori mengirim sinyal ke otak, dimana sinyal ini kemudian ditafsirkan sebagai bunyi.

Fungsi Lain Telinga

Selain untuk mendengar bunyi, telinga juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu:

Keseimbangan Statis

Telinga berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh manusia ketika ia sedang berada pada posisi diam, contohnya saat berdiri tegak.

Kesimbangan Dinamis

Artinya telingan berfungsi sebagai penjaga keseimbangan tubuh manusia ketika sedang bergerak, contohnya saat berlari, berjalan, melompat, dan semacamnya.

Bagian telinga yang berperan sebagai penyeimbang ini bernama semisirkular.

Didalamnya terdapat ribuan rambut kecil dan cairan.

Ketika kita bergerak, cairan ini juga akan bergerak.

Cairan tersebut kemudian akan menggerakkan rambut-rambut yang ada didalamnya.

Setelah itu informasi tersebut dikirim ke otak agar tahu mengenai posisi tubuh.

Penyakit-penyakit yang Menyerang Telinga

Sama seperti bagian-bagian tubuh manusia lainnya, telinga juga dapat terserang penyakit.

Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang dapat menyerang telinga.

Tuli Konduksi

Tuli konduksi adalah kondisi dimana telinga tidak dapat mendengar karena adanya gangguan saat penghantaran getaran suara didalam telinga.

Penyebab kelainan ini antara lain adalah penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen, penebalan membran timpani, dan pengapuran pada tulang pendengaran.

Vertigo

Vertiga adalah kondisi telinga bagian dalam mengalami gangguan.

Hal ini akan membuat penderitanya merasa pusing dan ruangan disekitarnya terasa berputar-putar.

Vertigo dapat menyerang orang-orang yang sedang kelelahan atau stres.

Bisul

Tidak hanya pada bagian bokong, bisul juga dapat tumbuh di bagian telinga.

Biasanya bisul disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu.

Bakteri ini menginfeksi bagian kulit telinga.

Gejala ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Atau dengan menggunakan bantuan antibiotik berdasarkan resep dari dokter.

Tinnitus

Tinnitus adalah gejala pada telinga yang gejalanya berupa adanya bunyi denging di dalam telinga.

Dalam banyak kasus, gejala ini biasanya sembuh dengan sendirinya.

Barotrauma

Barotrauma merupakan cedera pada telinga yang disebuabkan oleh tekanan udara atau air.

Gejala ini biasanya dialami oleh orang-orang yang mengalami perubahan ketinggian secara tiba-tiba.

Contohnya mereka yang sedang naik pesawat terbang, menyelam, atau mendaki gunung.

Presbycusis

Gangguan telinga ini biasanya dialami oleh orang-orang lanjut usia, mulai dari 65 tahun atau yang lebih tua lagi.

GEjalanya ditandai dengan pendengaran yang mulai berkurang.

Biasanya dokter akan merekomendasikan penggunaan alat bantu dengar (ABD).

Kesimpulan

Itu dia tadi pembahasan lengkap mengenai cara kerja telinga atau sistem pendengaran manusia.

Dengan memahami cara kerjanya, maka setidaknya kamu jadi tahu dan sayang dengan tubuhmu sendiri.

Kamu jadi tahu bahwa cara kerja tubuh ini begitu rumit.

Dan sedikit saja ada gangguan dari luar, maka akan berakibat fatal.