Cara Ternak Lele

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang banyak dijadikan sebagai olahan masakan bagi sebagian besar orang.

Permintaan lele di pasaran juga tiap tahun semakin meningkat, dikarenakan konsumen ikan lele semakin bertambah.

Ikan ini terkenal dengan kumisnya yang panjang dan bagian atas kepalanya yang sangat keras.

Jangan kamu kira beternak ikan lele itu hal yang sangat sulit, justru sebaliknya.

Jika kamu sudah mengetahui tahapan dan langkah-langkah yang benar, kamu pasti akan lebih mudah untuk mulai berbisnis ternak ikan lele.

Bagi Sobat Emulator.ID yang berminat dan baru akan memulai unuk beternak ikan lele sebaiknya cari tahu dan pelajari lebih dalam mengenai ikan dengan nama latin Clarias ini.

Apa yang boleh dan tidak serta yang disukai dan tidak disukai sangat penting menjadi dasar yang akan kamu butuhkan dalam beternak lele.

Untuk itu, akan saya bagikan tips langkah-langkah yang tepat dalam pemeliharaan ikan lele bagi pemula.

Tentunya mudah dan menjanjikan serta dapat menjadi ladang bisnis yang dapat meraup keuntungan dikemudian hari.

Baca juga:

Langkah-langkah Beternak Lele

1. Siapkan Kolam

Untuk memulai beternak lele, pastikan kamu punya lahan yang sudah dijadikan sebagai kolam atau tempat untuk lele-lele tersebut hidup.

Dan yang tidak kalah penting adalah perhatikan aspek-aspek dalam penentuan lahan yang akan dijadikan sebagai kolam lele.

Lahan yang akan dijadikan kolam lele adalah lahan yang berada tidak jauh dari sumber air, agar akses air lebih dekat dan tidak memakan waktu.

Selanjutnya kolam yang dibuat jangan berada dekat pemukiman warga, kalau bisa sebaiknya jauh dari pemukiman warga.

Karena ketika Sobat Emulator.ID beternak lele maka akan menimbulkan bau-bau tidak enak yang tentunya akan membuat kenyamanan warga terganggu.

Untuk ukuran lahan, kamu bisa menyesuaikannya dengan keinginan dan juga banyaknya bibit lele yang akan kamu pelihara.

Gali lahan dengan dalam 70 sampai 100cm, kemudian lapisi dengan terpal hingga menutupi kolam.

Setelah dilapisi oleh terpal, kamu mengisinya dengan air dengan kedalaman kurang lebih 50 cm setelah itu berikan kapur dolomit untuk mencegah penyakit bagi lele.

Tunggu beberapa hari hingga plankton-plankton tumbuh sebagai pakan lele nantinya.

2. Siapkan Indukan

Dalam memulai suatu bisnis apapun termasuk beternak hewan, bibit unggul sudah pasti harus kamu pakai agar hasil ternak ketika akan panen memiliki kualitas yang bagus.

Indukan berkualitas baik akan terlihat dari bentuk fisiknya yang utama, jika bentuk fisik lele sempurna dan mulus maka indukan tersebut sudah memenuhi salah satu syaratnya.

Berikut adalah ciri-ciri bagi indukkan jantan dan betina yang memiliki kualitas baik:

1. Jantan:

  • Memiliki warna yang lebih hitam atau gelap
  • Bergerak aktif tidak pasif
  • Bagian perutnya terlihat ramping atau tidak membengkak
  • Alat vitalnya berbentuk lebih runcing
  • Tulang kepalanya terlihat pipih dan tidak menonjol.

2. Betina

  • Warnanya lebih cerah dibandingkan dengan lele jantan
  • Memiliki gerakkan lebih lambat
  • Perutnya membengkak atau besar
  • Alat vitalnya memiliki bentuk bulat
  • Tulang kepalnya menonjol dan tidak pipih

Proses Pengawinan

Untuk membedakan antar lele jantan dan betina juga cukup mudah, karena warna kelamin keduanya berbeda.

Bagi lele jantan warna kelamin yang dimiliki adalah merah sedangkan betina berwarna kuning, jadi bisa kamu lihat dengan jelas perbedaanya.

Dalam proses pengawinan tersebut, sel telur yang sudah dibuahi akan menempel pada sarang yang sudah disediakan.

Dan akan menetas kurang lebih selama 24 jam atau satu hari setelah keluar dari indukan betina, dan menjadi anakan ikan lele.

Pindahkan Anakan Lele

Setelah anakan lele menetas, maka hal yang harus kamu lakukan adalah memindahkan anak-anak ikan atau benih lele tersebut dari indukannya.

Lakukan pemindahan ikan lele sebaiknya pada malam hari untuk menjaga suhu air tetap stabil, karena pada siang hari suhu bisa saja naik karena panas matahari.

Cara yang benar untuk memindahkan benih ikan lele adalah dengan menguragi ketinggian air yang ada di kolam sekitar 20 cm.

Setelah air berkurang, pindahkan ikan lele dalam sebuah ember yang sudah disiapkan untuk dijadikan penampungan sementara sebelum diletakkan pada kolam yang baru.

Pemberian Pakan

Ketika dipindahkan ke kolam yang baru kamu bisa memberikan pakan alami saja yang ada didalam kolam seperti plankton.

Selain itu kamu juga bisa memberikan cacing kecil dan jentik-jentik yang ada di dalam air, pakan alami itu bisa kamu berikan selama kurang lebih umur lele 3-4 hari.

Setelah berumur 5 hari, kamu bisa memberikan pakan tambahan yang mengandung banyak protein sebagai asupan gizinya.

Perawatan Anakan Lele

Dalam proses ini adalah hal yang paling penting, karena proses ini adalah proses untuk membesarkan anakan lele hingga siap untuk di panen.

Selain pakan, kamu juga harus selalu memantau keadaan kolam karena resiko ikan mati juga cukup menjadi perhatian apalagi ketika dalam proses pemindahan.

Untuk menjaga suhu kolam berkisar antara 20 hingga 25 derajat celcius, kamu bisa mengakalinya dengan menutup kolam.

Namun menutup kolam jangan dengan menggunakan terpal karena akan membuatnya tidak terkena sinar matahari.

Kamu bisa menggunakan tanaman alami seperti eceng gondok yang bisa hidup diatas permukaan air untuk menjaga suhu air dalam kolam.

Untuk lele yang sudah bisa di panen adalah lele yang sudah memiliki ukuran antara 6-7 cm dan yang besar 10-12 cm.

Dalam membesarkan ikan lele pastikan kamu memberikan pakan secara teratur dan sesuai dengan usianya.

Itulah beberapa tahapan perawatan hingga lele benar-benar bisa dipanen dan memiliki kualitas yang baik.